Ketua Umum DPP Bara JP, Willem Frans Ansanay mengatakan penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa bukan hal yang layak dirayakan.
"Bapak juga tidak sibuk bahas soal Roy Suryo ditangkap. Jadi kita tidak bersenang-senang dan sebagainya," kata Frans usai menemui Jokowi di kediaman Sumber, Solo, Jawa Tengah.
Meski demikian, Frans mengatakan penangkapan tersebut merupakan konsekuensi hukum dari perbuatan Roy Suryo dan Dokter Tifa.
"Soal mereka ditangkap, itu konsekuensi hukum ya kan. Jadi satu perbuatan berdampak hukum ya harus bisa menerima ya," kata dia
Frans sendiri sempat menemui Jokowi di kediaman Sumber. Pertemuan digelar tertutup selama sekitar setengah jam. Meski berbincang cukup lama dengan Jokowi, Frans mengaku tak sempat membicarakan penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa.
"Kita tidak sampai ke situ karena berita itu kan baru kita baca tadi penangkapannya. Tapi kalau menurut kami ya memang jalannya sudah begitu ya kan," bebernya.
Sebelumnya, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, dokter Tifa dan Roy Suryo dikabarkan ditangkap polisi pada Jumat (19/6) pagi. Kabar ini dibenarkan oleh salah satu tim pengacara Roy Suryo, Petrus Selestinus, kepada CNNIndonesia.com.
"Hari ini, Jumat 19 Juni 2026, pada sekira pukul 07.00, klien kami Roy Suryo Notodiprojo dikabarkan oleh istrinya telah ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya. Pada saat yang bersamaan, kami juga mendapat info Tifauzia Tyassuma juga turut ditangkap," kata Petrus.
Dr Tifa telah ditangkap oleh aparat kepolisian di apartemennya pada Jumat pagi (19/6/2026) sekitar pukul 06.47 WIB.