"Kami, saya dengan Solihin, baru saja berdiskusi, berbincang lama dengan Bapak Presiden, didampingi Pak Sesneg dan Pak Seskab untuk meningkatkan energi, kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi," kata JK setelah bertemu dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
JK mengungkapkan pembicaraan juga menyentuh aspek investasi untuk mendukung proyek-proyek investasi energi. Ia menjelaskan desain proyek dan lokasi pembangunan telah tersedia.
"Oh ya tentu ini hubungannya pembangunan. Pembangunan itu mesti ada aspek bisnisnya karena investasi, investasi yang besar. Jadi kita bicara tentang investasi kira-kira Rp 60-70 triliun, dan kita sanggup melaksanakan itu," jelasnya.
"Desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya. Dan beliau, Bapak Presiden, setuju untuk segera kita realisir seperti itu. Memang bisnisnya karena investasi. Ya, itu," lanjutnya.
JK mengatakan pihaknya telah memiliki pengalaman membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1.500 megawatt. Kini ia mengaku siap mengembangkan proyek baru dengan kapasitas sekitar 2.000 megawatt, termasuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).