Jakarta, - Di tengah karut marut kondisi perekonomian nasional, wacana reshuffle Menteri Keuangan semakin mencuat.
Pengamat Politik, Rocky Gerung menganggap bahwa Purbaya Yudhi Sadewa saat ini dihadapkan oleh banyak tekanan, terutama yang datang dari para elite partai politik.
“Dari awal saya bilang Purbaya itu cuman kasir dan kemampuannya itu sangat terbatas. Sementara departemen atau kementerian yang harusnya memproduksi growth itu adalah datang dari partai politik,” ujar Rocky dikutip dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Senin, 8 Juni 2026.
“Purbaya nggak mungkin melawan Zulhas misalnya apalagi melawan Bahlil. Ini Bahlil yang dulu ingin dapat doktor di UI ya,” tambahnya.
Akademisi yang dikenal kritis ini menyatakan banyak sosok yang mengincar jabatan sebagai Menteri Keuangan untuk menggantikan Purbaya. Tapi, pilihan Rocky jatuh kepada ekonom senior Chatib Basri yang dianggapnya memiliki kapasitas mumpuni.
“Banyak orang yang juga ingin jadi menteri (keuangan) sebetulnya, hanya untuk ambisi. Kita dengar beberapa orang yang mantan ini, mantan itu, yang pernah jadi tokoh, tanpa ide. Nah bahayanya mereka nggak mau deal atau bahkan duel dengan presiden,” tuturnya.
Rocky menilai seorang Menteri Keuangan harus berani berdebat dengan presiden terkait kondisi keuangan negara.
“Jadi seorang menteri keuangan, dia mesti datang dengan perspektif dia. Bukan perspektif presiden, karena dia akan bertanggung jawab,” tegasnya.
Dia lantas mengutip pernyataan Bung Hatta terkait menteri bukan pembantu presiden, melainkan sosok yang memiliki visi untuk dinegosiasikan dengan presiden.
“Nah selama ini kan semua menteri itu ya, ‘iya pak presiden’, jadi bagaimana mungkin,” pungkasnya.