- Setelah Alwi Farhan menjadi salah satu wakil Indonesia yang sukses melangkah ke final Macau Open 2025. Akhirnya Pemain muda berusia 20 tahun itu akhirya berhasil untuk membawa pulang trofi BWF Super 300 ke Tanah Air. Alwi melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan unggulan kedua asal India, Lakshya Sen di babak empat besar.
Alwi Farhan Juara Macau Open 2025, Ikuti Jejak Taufik Hidayat 17 Tahun Lalu
Keberhasilan Alwi Farhan menjuarai Macau Open 2025 membuatnya menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang menjuarai ajang ini setelah Taufik Hidayat.
Keberhasilan Alwi Farhan membawa pulang trofi Macau Open 2025
Alwi Farhan menjadi juara Macau Open 2025 setelah mengalahkan Justin Hoh dalam laga final dengan skor 21-15, 21-5 pada Minggu, 3 Agustus 2025. Dia menjadi pebulu tangkis pertama Indonesia yang menjadi juara di turnamen itu setelah Taufik Hidayat menjuarai kejuaraan ini 17 tahun lalu.
Alwi, 20 tahun, mendominasi pertandingan yang berlangsung selama 54 menit. Pemain peringkat ke-25 dunia ini tampil gemilang dan tak banyak melakukan kesalahan sehingga membuat lawannya yang peringkatnya 20 level di bawahnya kesulitan mendapatkan poin, terutama di game kedua.
Pemain Malaysia yang berusia setahun lebih tua darinya hanya mampu memberikan perlawanan ketat di awal pertandingan hingga interval game pertama. Setelah itu, dia kesulitan mematikan Alwi.
Kemenangan di final Macau Open 2025 ini membuat Alwi mencatat sejarah baru dalam kariernya dengan menyabet gelar di turnamen BWF Super 300 untuk pertama kalinya. Selain itu, hasil tersebut memperbesar rekor head-to-head melawan Justin menjadi 4-2.
Keberhasilan Alwi menjadi juara di Macau ini menjadi catatan sejarah di sektor tunggal putra Indonesia, dengan menjadi pemain kedua setelah Taufik Hidayat keluar sebagai juara di ajang ini pada 2008. Ketika itu, Taufik naik ke podium dengan mengalahkan pemain Malaysia Lee Chong Wei dengan skor 21-19, 21-15.
Alwi menjadi wakil Indonesia kelima yang pernah menjuarai Macau Open, turnamen yang digelar sejak 2002. Selain Taufik, tiga lainnya adalah ganda campuran Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir dan Edi Subaktiar / Gloria Emanuelle Widjaja, serta ganda putra Wahyu Nayaka / Ade Yusuf.