Imbas Pernyataan Kontroversi, Menteri P2MI Layak Direshuffle

[INTRO]

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding masuk dalam klarifikasi sosok yang membebani Presiden RI Prabowo Subianto seperti disampaikan Ketua MPR RI sekaligus Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Orang nomor dua di Partai Gerindra itu sebelumnya meminta agar Menteri Kabinet Merah Putih tidak membebani Presiden Prabowo.

Demikian disampaikan Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menanggapi pernyataan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding yang meminta masyarakat untuk mencari kerja ke luar negeri untuk mengurangi pengangguran mendapat kecaman dari sejumlah pihak.

“Bagi saya pernyataan Muzani ini merupakan kode keras untuk menteri-menteri yang menjadi beban tersebut,” papar dia di Jakarta, Minggu,(29/6/2025).

“Bukan tidak mungkin ini merupakan sinyal kuat reshuffle kabinet. Dan Menteri seperti Abdul Kadir Karding ini layak masuk list reshuffle kabinet,” tambah dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan, reshuffle menteri Karding harus dibarengi dengan mendepak menteri-menteri lain yang justru menjadi beban.

Iwan berharap, Presiden Prabowo dapat mendepak Mendagri Tito Karnavian yang baru-baru ini membuat kegaduhan karena mengeluarkan SK pengalihan 4 pulau aceh ke Sumut.

“Hingga Presiden Prabowo pun turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tegas dia.

Selain itu, kata dia, ada juga Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang sangat menjadi beban juga dalam kabinet. Namanya, telah berkali-kali disebut dalam sidang pengadilan terkait dengan skandal Judi Online di Komdigi.

“Dan menteri-menteri yang lain yang saya yakin Presiden Prabowo sudah memiliki catatan di kantongnya,” tandasnya.