Mengungkap Peran Keponakan Mega, Alwin Jabarti di Kasus Judol Komdigi

Jakarta, -  

Sebagaimana diketahui, penyidik Kepolisian berhasil meringkus Alwin Jabarti Kiemas lantaran diduga terlibat jaringan judi online di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang sedang dikembangkan.

Rupanya, keponakan Taufik Kiemas dan juga Megawati Soekarnoputri ini diduga memiliki andil cukup besar dalam kasus judi online itu.

Fakta ini diungkap akun X #99 @PartaiSocmed. Dikatakan, Alwin Jabarti Kiemas merupakan keponakan Taufiq Kiemas.

"Tapi berhubung alm Taufiq Kiemas adalah suami Megawati, maka otomatis dia juga merupakan keponakan Ketum PDIP Megawati. Apalagi ke berbagai pihak dia memperkenalkan diri sebagai keponakan Ketum PDIP," katanya, dikutip Minggu (24/11/2024).

Dijelaskan dia, saat ini Alwin Jabarti Kiemas ini sudah ditangkap polisi.

"Ternyata, dia bersama dengan Zulkarnaen Apriliantony dan Adhi Kismanto adalah trio. Merekalah bos para bandar judi online yang ingin dilindungi situs-situs judolnya," sambungnya.

Dilanjutkan, Alwin Jabarti Kiemas dan Zulkarnaen Apriliantony bekerja mengumpulkan setoran dari para bandar judi online.

Sedangkan Adhi Kismanto yang disusupkan lewat Budi Arie, bertugas menyeleksi situs-situs mana saja yang tidak boleh diblokir.

"Selanjutnya Alwin Jabarti Kiemas maupun Zulkarnaen Apriliantony membayar `gajian` para pegawai Komdigi dari hasil berkhianat terhadap negara, lewat cara melindungi situs judol," ungkapnya.

Yang mengejutkan, ternyata Alwin Jabarti Kiemas ini sudah lebih dahulu beroperasi di Kominfo (sekarang Komdigi) jauh sebelum Zulkarnaen Apriliantony maupun Adhi Kismanto.

"Yaitu sejak era Menkominfo Jhonny G Plate dengan Dirjen Aptika Samuel Abrijani Pangerapan alias Sammy," tambahnya.

Alwin Jabarti Kiemas masuk ke Kominfo di tahun 2020 atau 2021 lewat kerja sama perusahaannya PT DTB dgn Kominfo untuk tanda tangan digital. Lalu, ada tawaran ke dia untuk memprotect web dari Nawala. Dari situlah bermula bisnis perlindungan situs judol.

"Jadi sebelum Tony dan Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas (AJK) ini sudah lebih dahulu bermain di sana dgn modus yang sama, melindungi situs-situs bandar judol yang berani bayar ke mereka. Selanjutnya pada era Menkominfo Budi Arie Tony dan AJK makin leluasa menjadi capo di capi bandar judol," terangnya.

Dijelaskan, dari jumlah tersangka judi online Komdigi yang ditangkap Kominfo, dua orang di antaranya memiliki hubungan dengan PDIP. Mereka adalah Alwin Jabarti Kiemas dan Zulkarnaen Apriliantony.

"Baik Alwin Jabarti Kiemas maupun Zulkarnaen Apriliantony sama-sama punya hubungan dekat dengan PDIP. AJK jelas-jelas adalah keponakan Ketum PDIP Megawati dan Tony adalah bagian dari Timses PDIP dalam Pilpres 2024 dan entah mengapa fotonya di Pilkada di delete oleh Rano Karno," tambahnya.

Meski demikian, dirinya membatasi diri mengungkap peran Alwin hanya pada judi online ini alias tidak sampai ke biaya kampanye PDIP.

"Kami tidak akan menuduh biaya kampanye PDIP berasal dari operasi judi online. Tapi Tony ini memang sejak lama menjadi koordinator buzzer. Salah satu akun buzzer PDIP yang dia pernah transfer adalah
@Y_Radianto alias Aki_Tulalit. Ayo berani bantah tidak?," tukasnya.