-
Charta Politika merilis hasil survei nasional mengenai evaluasi kebijakan pemerintah, aktivitas masyarakat dan peta politik selama triwulan I 2021.
Dalam survei itu, turut dibahas mengenai konflik internal dalam Partai Demokrat. Hingga saat ini, konflik partai berlogo Mercy itu belum berakhir karena ada dualisme kepemimpinan. Yakni kubu AHY dan kubu hasil KLB Moeldoko.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjelaskan, dari hasil survei, terungkap banyak masyarakat tidak setuju KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat. Hanya sekitar 18,1 persen masyarakat sepakat Moeldoko menjadi Ketum Demokrat.
"37,6 persen menyatakan tidak setuju dengan penunjukan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," kata Yunarto dalam paparan survei secara virtual, Minggu (28/3).
"Secara umum responden lebih banyak yang menyatakan tidak setuju dengan penggantian Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa tersebut," lanjut dia.
Sementara terkait dengan adanya KLB Demokrat pada 5 Maret di Deli Serdang, Sumatera Utara, Yunarto menjelaskan, sebagian besar masyarakat mengetahuinya. Sedangkan mengenai dugaan adanya keterlibatan Istana dalam kudeta Demokrat, survei menunjukkan mayoritas masyarakat percaya Istana tidak ikut terlibat.
"Mayoritas responden, sebanyak 51,9 persen menyatakan tahu terkait adanya penggantian Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa," kata Yunarto.
"Responden yang mengetahui pergantian Ketua Umum Partai Demokrat, mayoritas 51,3 persen menyatakan pemerintahan Jokowi tidak terlibat dalam KLB Partai Demokrat terkait penunjukan Moeldoko sebagai ketua umum," tutup dia.
Dalam survei nasional ini, Charta Politika mengambil sampel sebanyak 1.200 responden secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung.
Sedangkan metode survei menggunakan simple random sampling, dan memiliki margin of error – MoE sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan atau level of confidence 95 persen.
Lalu waktu survei dilakukan dalam rentang 26 sampai 29 Januari 2021 dan 24 sampai 28 Februari 2021.