5 Jenis Masakan yang Cocok Disantap Saat Mendaki Gunung

Minggu, 13/01/2019 09:00 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

law-justice.co - Olah raga mendaki gunung seyogyanya dapat dijalani dengan penuh suka cita dengan rekan satu tim. Ada banyak cara untuk menciptakan suasana bahagia selama perjalanan pendakian, salah satunya adalah membuat masakan yang lezat dan praktis.

Membuat inovasi masakan yang lezat dan praktis saat mendaki gunung sangat cocok diterapkan di Indonesia. Pasalnya, gunung yang ada di Indonesia masuk dalam kategori jenis gunung tropis dengan dua musim sepanjang tahun yaitu penghujan dan kemarau.

Kondisi pegunungan Indonesia yang didominasi oleh hutan hujan tropis sangat memungkinkan pendaki gunung untuk melakukan aktivitas memasak selama pendakian. Namun, ada beberapa jenis masakan yang paling cocok untuk dimakan berdasarkan aspek gizi, kelezatan, dan kepraktisan.

Berikut merupakan lima masakan yang dapat diterapkan saat mendaki gunung :

1. Bubur Kacang Hijau dan Ketan Hitam

Bubur merupakan salah satu jenis makanan yang paling dapat dikonsumsi berbagai kalangan usia, mulai dari bayi, dewasa, dan lanjut usia. Bubur yang memiliki tekstur lembut dan empuk, membuat kandungan gizinya mudah dikonversi menjadi tenaga.

Pendaki gunung dapat membawa bekal bahan makanan berupa kacang hijau, ketan hitam, dan gula untuk dimasak menjadi bubur. Tak perlu keahlian khusus dalam memasaknya, cukup dengan merebus bahan yang ada.

Namun, sebaiknya biji kacang hijau dan ketan hitam telah direndam ke dalam air minimal 1x24 jam. Hal itu dilakukan agar biji kacang hijau dan ketan hitam mudah matang saat direbus. Apabila tidak direndam terlebih dahulu, maka yang pembuatan bubur akan memakan waktu dan pemborosan api.

2. Agar-agar

Makanan Agar-agar atau Agarosa adalah makanan yang terbuat dari zat berupa gel yang diolah dari rumput laut atau alga. Di Jepang dikenal dengan nama kanten dan oleh orang Sunda disebut lengkong.

Pendaki gunung dapat dengan mudah membuat Agar-agar yang cara pembuatannya hanya dengan merebus air. Hal itu ditunjang dengan suhu udara pegunungan yang dingin sehingga mempermudah pembuatan Agar-agar.

Namun, pendaki dapat berinovasi dalam membuat Agar-agar. Pendaki, misalnya, dapat menambahkan nata de coco agar menambah kelezatan.

3. Sayur Sup

Sup atau sop merupakan masakan berkuah terbuat dari kaldu. Cara pembuatannya hanya dengan cara mendidihkan bahan bisa berupa daging atau ayam untuk membuat kuah kaldu, dan biasanya diberi bumbu serta bahan lainnya untuk menambah rasa. Bahan yang terdiri dari daging, sayur, atau kacang-kacangan direbus sampai membentuk sari.

Pendaki gunung dapat memanfaatkan adanya bahan perasa kaldu agar tidak repot membawa daging ayam atau sapi. Selain itu, jenis sayuran pelengkap sayur sup juga mudah dicari di pasar tradisional di sekitaran area basecamp pendakian gunung.

Agar lebih praktis, pendaki dapat mencuci bahan sayuran terlebih dahulu sebelum memulai pendakian.

4. Sayur Asem

Sayur asem merupakan masakan sejenis sayur yang populer bagi masyarakat Indonesia. Rasa asem dalam sayur ini dapat menjadi perangsang nafsu lapar bagi pendaki gunung.

Bahan-bahan yang sering digunakan adalah kacang tanah, nangka muda, melinjo, belimbing sayur, labu siam, kacang panjang, dan asam jawa. Sering juga digunakan jagung dalam masakan ini.

Semua bahan-bahan tersebut dapat mudah didapat di pasar tradisional di area basecamp pendakian gunung  Agar lebih praktis, pendaki dapat mencuci bahan sayuran terlebih dahulu sebelum memulai pendakian.

5. Sarden

Ikan sarden yang dikemas dalam kaleng merupakan salah satu makanan yang paling sering disantap oleh pendaki gunung. Cara pembuatannya yang praktis, yakni dengan cara mendidihkan dan sudah diberi bumbu sambal, menjadi salah satu alasan utamanya.

Namun, pendaki gunung dapat berinovasi agar sarden menjadi lebih bergizi. Hal itu dilakukan dengan memberi tambahan bumbu seperti lada, cabai, bawang putih, bawang merah, dan jahe.  

(\Januardi Husin)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar